Sudah Kenal Atau Baru Sebatas Menilai…

Ikat Ilmu Dengan Menuliskannya…

Pengolahan Data Satelit MTSAT

Posted by suradigorontalo on 4 August 2012

Pengolahan Data Satelit MTSAT

 

Teori Singkat

 

DR. Verner E. Suomi, Bapak Satelit Meteorologi. MTSAT adalah satelit yang peluncurannya mempunyai 2 tujuan yaitu sebagai satelit cuaca dan satelit komunikasi.

 

MTSAT-1R, diluncurkan 26 Februari 2005, pada koordinat 140°BT. Sedangkan MTSAT-2 diluncurkan pada 18 Februari 2006, pada koordinat 145°BT. MTSAT-2 menggantikan misi satelit MTSAT-1R yang telah beroperasi sejak 5 tahun sekitar tahun 2010.

 

Penambahan notasi R pada MTSAT-1R menunjukkan satelit ini     sebagai pengganti MTSAT-1 yang gagal mengorbit.

 

Imager pada MTSAT:

  • IR1-IR2, 10-12µm, infra merah thermal yg menunjukkan suhu muka tanah, muka laut atau puncak awan di atas keduanya.
  • IR3, 6,5-7 µm, sensor uap air, menunjukkan kandungan uap air di lapisan atmosfer menengah.
  • IR4, 3,5-4 µm, sensor infra merah gelombang pendek, perpaduan dengan infra merah untuk deteksi kabut pada malam hari.

 

Urutan Langkah Pengolahan

 

Langkah Pertama, Mengumpulkan data pgm.gz untuk kanal IR1, IR2, IR3 dan IR4 untuk tulisan ini diambil untuk tanggal 15 Februari 2010 per-jam.


Langkah Kedua, data kanal IR1 di dump untuk mendapatkan satu ctl dan dat untuk data 24 jam.


 

Langkah Ketiga, menjalankan script HovMoller sehingga diperoleh keluaran Temperatur Black Body Rata- rata. Hasil TBB/ Temperatur Black Body (satuan Kelvin) di atas wilayah 0,6384LU dan 122,85BT per-jam pada tanggal 15 Februari 2010 ditunjukkan gambar di bawah ini:

 


 

Sedangkan TBB d atas sepanjang bujur 122,85BT adalah seperti berikut di bawah ini:


 

Sedangkan hasil HovMoller langkah ketiga adalah sebagai berikut:


 

 

Langkah Keempat, melakukan dump data kanal IR1, IR2, IR3 dan IR4 kemudian dibuat plot dan grafik HovMoller tiap jam per-kanal. Berikut ini adalah plot HovMoller Penampang Lintang terhadap Waktu dengan pusat di lintang 0,6384LU yang merupakan posisi bandar udara Jalaluddin Gorontalo untuk tiap- tiap kanal sbb.:

 


 

Di bawah ini adalah penampang Bujur Temperatur Black Body terhadap waktu dengan pusat di bujur 122,8519BT yang merupakan lokasi bandara Jalaludin Gorontalo:


 

Untuk mengetahui evolusi TBB maka dibuat pula plot HovMoller dengan format cross-section lintang terhadap waktu sbb.;


 

Langkah terakhir adalah analisis, dari Plot HovMoller bisa diperoleh informasi tren kondisi meteorologi dari sudut pandang penampang lintang dan atau bujur terhadap waktu.

 

Nilai TBB yang lebih besar khususnya di sebelah timur wilayah data yang dipilih dikarenakan berada di atas perairan.

 

Semoga bermanfaat. Aamiin.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: