Sudah Kenal Atau Baru Sebatas Menilai…

Ikat Ilmu Dengan Menuliskannya…

Puting Beliung Pasti Berlalu

Posted by suradigorontalo on 25 February 2012

Pernah menonton film “Storm Chasers: Revenge of the Twister”? (terjemahan bebasnya kurang lebih “Pengejar Badai: Dendam Si Puting Beliung”), film bertema pengejar badai yang sepertinya sutradara Mark Sobel ingin mengikuti kesuksesan langkah film “Twister” (Puting Beliung) yang disutradarai Jan De Bont (yang sebelumnya terkenal berkat karyanya pada film Speed) dan dibintangi Helen Hunt serta Bill Paxton. Hanya yang membedakan, film garapan Mark Sobel yaitu tokoh utama harus menghadapi badai yang disebabkan oleh ulah manusia (antropogenik).
Disitu digambarkan bahwa daerah Colorado yang tak biasanya dilanda badai. Kali ini dilanda badai dengan kekuatan ekstrim. Dari keganjilan inilah akhirnya sebuah Laboratorium badai mengirimkan seorang wanita pemburu badai berpengalaman Jamie Marshall (Kelly McGillis) untuk menemukan data sehingga keganjilan tersebut bisa diurai.
Ketika sedang menyelidiki kerusakan yang diakibatkan dari badai, tiba- tiba terjadi kejadian aneh ketika bola petir dari langit jatuh menimpa daratan di sekitar tempat dia berdiri. Setelah diteliti, akhirnya ditemukan benang merah bahwa di sekitar tempat itu diketemukan fasilitas pembuangan limbah hasil eksperimen yang mempengaruhi atmosfer sehingga menyebabkan badai yang sangat luar biasa. Tapi cerita belum selesai karena setelah itu malah timbul badai yang berjumlah tujuh bersamaan yang tentunya kekuatannya super ekstrim.
Di Indonesia, Puting beliung adalah sebutan populer untuk tornado. Sedangkan tornado sendiri didefinisikan sebagai pusaran massa udara yang sangat merusak yang merupakan sebaran dari badaiguntur ke permukaan tanah. Badaiguntur atau badai listrik atau thunderstorm sendiri merupakan sebentuk fenomena cuaca yang dicirikan dengan kehadiran kilat dan guntur. Kesimpulannya baik puting beliung ataupun tornado adalah istilah khusus dari storm (badai).
Puting beliung sering terjadi di hampir semua belahan dunia. Di Amerika Serikat bagian timur Pegunungan Rocky selama bulan- bulan musim semi dan panas, kekuatan merusaknya paling banyak ditemukan (setidaknya beberapa tahun silam). Selama setahun rata- rata 800 puting beliung terjadi di wilayah Amerika Serikat, menyebabkan 80 orang meninggal dan lebih dari 1500 luka.
Di Indonesia, berdasar data sementara BNPB sepanjang tahun 2011 silam, sebanyak 1.598 puting beliung dengan jumlah korban meninggal mencapai 834 orang, luka dan pengungsi sebanyak 325.361 orang. Berarti, tahun 2011 silam, Indonesia telah berhasil mengungguli Amerika Serikat dari segi jumlah puting beliung dan korban yang ditimbulkannya.
Last but not least, ketika membicarakan film tentang badai, ternyata sineas Indonesia juga tidak kalah lho, tahun 2007 film daur ulang sutradara Teguh Karya juga sukses dipasaran. Film ini dibintangi Raihaanun, Vino G. Bastian dan Wingky Wiryawan. Namun jangan terkecoh dengan adanya kata ‘badai’, trus Anda akan membayangkan para aktor ini betul- betul berkejar- kejaran dengan puting beliung di wilayah Indonesia, karena apa? Yap, betul, karena film Badai Pasti Berlalu ini menceriterakan kisah percintaan antara masing- masing pelakonnya. Agar cita rasa Indonesia lebih terasa mungkin perlu di-remake lagi menjadi “Puting Beliung Pasti Berlalu Kalee”. Hmm.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: