Sudah Kenal Atau Baru Sebatas Menilai…

Ikat Ilmu Dengan Menuliskannya…

Analisis Kerentanan Terhadap Perubahan Iklim

Posted by suradigorontalo on 5 September 2010

Analisis Kerentanan Terhadap Bencana Banjir di Provinsi Gorontalo

1.  Pendahuluan

Terlepas apakah iklim sekarang ini sudah berubah atau baru akan berubah adalah pembahasan tersendiri di kala ada 2 ( dua ) kubu yang dengan kekuatannya masing- masing memiliki hujjah, kubu kontra mengatakan bahwa perubahan iklim belumlah terjadi, yang terjadi saat ini adalah fluktuasi iklim, namun kejadian- kejadian bencana kemeteorologian secara spasial maupun temporal cenderung meningkat bahkan ekstrim seperti yang sedang dialami China dengan korban banjir sudah mencapai 700 jiwa lebih meninggal.

Upaya adaptasi perubahan iklim tidak akan memperoleh hasil yang efektif jika tidak  diperhitungan mengenai seberapa besar perkiraan dampak yang ditimbulkan. Kita tidak tahu perbedaan tingkat kerentanan dampak di masing-masing wilayah. Untuk itu, diperlukan suatu peta yang memberikan informasi kerentanan wilayah terhadap dampak perubahan iklim yang akan terjadi di masa mendatang. Peta ini akan sangat mudah untuk dipahami oleh berbagai kalangan sehingga dapat menjadi referensi dalam mengupayakan adaptasi perubahan iklim baik dalam bentuk fisik maupun yang lainnya. Peta kerentanan dampak perubahan iklim ini diperoleh melalui beberapa tahap. Tahap pertama adalah memproyeksikan beberapa parameter yang memiliki sifat variable (berubah) terhadap waktu dengan menggunakan persamaan model tertentu. Setelah terbentuk peta-peta spasial dari data-data yang sudah terkumpul selanjutnya di tahap akhir adalah melakukan metode overlay (tumpang susun). Metode overlay ini dapat dilakukan dengan bantuan perangkat-perangkat lunak yang berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG). Dengan demikian, beberapa formula digunakan untuk memperoleh hasil akhir berupa peta kerentanan perubahan iklim.


Gambar 1. Metode Overlay (Susandi, et al,1999)

Hingga saat ini, kegiatan adaptasi difokuskan pada area-area yang dianggap rentan terhadap perubahan iklim yaitu daerah pantai, sumber daya air, pertanian, kesehatan manusia dan infrastruktur.

2.   Data dan Metodologi

Data yang digunakan untuk mengetahui sebaran spasial potensi hazard, dilakukan pengelompokan data di tiap-tiap kabupaten, yang akan diolah menggunakan perangkat lunak GIS kemudian ditentukan sebagai indeks hazard (bahaya), data-data tersebut yaitu :

  1. Data Jumlah Penduduk
  2. Data Land Use
  3. Data Curah Hujan
  4. Data Temperatur

    Kemudian sebagai indeks adaptive capacity, yaitu digunakan data :

  5. Tingkat Pendidikan
  6. Tingkat Kesehatan
  7. HDI

Indeks kerentanan ditentukan dengan menggunakan persamaan :

IK (Indeks Kerentanan) = IH (Hazard Indeks) – IA (Adaptive Indeks)


3. Kondisi Geografis Gorontalo

Sejak 16 Februari 2001 lalu, daerah ini resmi sudah menjadi provinsi menjadi provinsi termuda di negeri ini. Provinsi Gorontalo terletak di Pulau Sulawesi bagian Utara meliputi 1 kota dan 4 kabupaten, 46 kecamatan, 385 Desa dan 65 Kelurahan. Letak geografi berada di antara 121,23o – 123,43o Bujur Timur dan 0,19o – 1,15o Lintang Utara, mempunyai luas 12.215,44 Km2 yaitu Kota Gorontalo 64,80 Km2 (0.53 %), Kabupaten Gorontalo 3.354,67 Km2 (28,05 %), Kabupaten Boalemo 2.567,36 Km2 (18,04 %), Kabupaten Bone Bolango 1.984,31 Km2 (16,25%) dan Kabupaten Pohuwato 4.244,31Km2 (36,77%) dengan batas-batas wilayah :

  • Sebelah Utara berbatasan dengan Kabupaten Buol dan Toli Toli (Sulawesi Tengah dan Laut Sulawesi).
  • Sebelah Barat berbatasan dengan Kabupaten Parigi Moutong (Sulawesi Tengah).
  • Sebelah Timur berbatasan dengan Kabupaten Bolaang Mongondow (Sulawesi Utara).
  • Sebelah Selatan berbatasan dengan Teluk Tomini.

Keunggulan posisi geografisnya sangat menguntungkan Gorontalo, yakni berada di poros pertumbuhan ekonomi, antara dua Kawasan Ekonomi Terpadu (Kapet) Batui (Sulawesi Tengah) dan Manado-Bitung (Sulawesi Utara).


Gambar 2. Peta Administratif Provinsi Gorontalo

3.1    Penduduk

Jumlah penduduk Provinsi Gorontalo tahun 2006 sebanyak 904.533 jiwa yang terdiri dari laki-laki 455.150 jiwa dan perempuan 449.383 jiwa. Dilihat dari sebarannya, jumlah penduduk terbesar berada di Kabupaten Gorontalo sebesar 415.675 jiwa, Kota Gorontalo 150.005 jiwa, kabupaten Boalemo 109.869 jiwa, Kabupaten Bone Bolango 122.832 jiwa dan Kabupaten Pohuwato 106.152 jiwa. Sedangkan dilihat dari tingkat kepadatan penduduk, Kota Gorontalo memiliki kepadatan penduduk paling tinggi yaitu 2.315 jiwa/km2. Diikuti Kabupaten Gorontalo 121 jiwa/km2 dan Kabupaten Bone Bolango 61 jiwa/km2, Kabupaten Boalemo 43 jiwa /km2, dan Kabupaten Pohuwato 25 jiwa/km2 .

Sedangkan Keluarga Miskin di Provinsi Gorontalo adalah sebanyak 293.520 jiwa (31,97%) dan tertinggi terdapat di Kabupaten Gorontalo (126.566 KKM / 43 % dari seluruh penduduk miskin yang ada di provinsi Gorontalo). Seleng-kapnya dapat dilihat pada gambar berikut ini :


Gambar 3. Perbandingan Jumlah Penduduk Miskin Gorontalo

3.2 Kondisi Iklim

Berdasarkan klasifikasi iklim menurut Koppen dalam Schdmit dan Ferguson, Provinsi Gorontalo mempunyai iklim yang bervariasi yaitu Afa, Ama dan Awa dengan curah hujan tahunan berkisar antara 1.722 mm s/d 2.722 mm, temperatur maksimum 37oC dan minimum 23oC. Wilayah Provinsi Gorontalo memiliki pola hujan ekuatorial dimana puncak hujan terjadi 2 (dua) kali dalam setahun seperti ditunjukkan peta di bawah ini:


Gambar 4. Peta Pewilayahan Pola Hujan Gorontalo

3.3 Kondisi Topografi dan Tutupan Lahan

Permukaan tanah di Gorontalo sebagian besar adalah perbukitan. Oleh karenanya, Gorontalo memiliki banyak gunung dengan ketinggian yang berbeda. Gunung Tabongo yang terletak di Kabupaten Boalemo merupakan gunung yang tertinggi dengan ketinggian 2.100 meter dari permukaan laut. Sedangkan gunung Litu-Litu yang terletak di Kabupaten Gorontalo adalah gunung yang terendah dengan ketinggian 884 dari permukaan laut. Keadaan topografi didominasi oleh kemiringan 15-30o (45-46%) dengan jenis tanah yang sering mengalami erosi. Kondisi dan struktur utama geologi berpotensi menimbulkan gerakan tektonik, menyebabkan rawan bencana alam seperti gempa bumi, erosi, abrasi, gelombang pasang, pendangkalan dan banjir. Seperti ditunjukkan gambar di bawah ini :


Gambar 5. Peta Tutupan Lahan Gorontalo

4. Hasil dan Analisis

Dari data yang telah dilakukan pengolahan terlihat pada gambar di bawah :



Gambar 6. Panel Kiri: Adaptiv Capacity. Panel Kanan: Indeks Komponen Hazard

Indeks kerentanan merupakan indeks yang digunakan untuk mengetahui sejauh mana pada daerah tersebut terjadi kerentanan akibat faktor dampak perubahan iklim. Dari pengolahan data wilayah Provinsi Gorontalo, terlihat di bawah ini :


Gambar 7. Peta Indeks Distribusi Kerentanan

Dari peta di atas terlihat wilayah Kabupaten Gorontalo dan Kota Gorontalo merupakan wilayah yang memilki tingkat kerentanan tertinggi. Sedangkan faktor hazard di kedua wilayah ini relative lebih tinggi dibandingkan wilayah lain, seperti jumlah curah hujan yang lebih tinggi dan penggunaan tata guna lahan yang cukup besar namun yang tidak kalah besar adalah Peningkatan jumlah penduduk yang meningkat pesat dikarenakan kedua daerah ini merupakan pusat kegiatan industri dan pusat pemerintahan sehingga menjadi daerah tujuan migrasi penduduk. Kapasitas adaptasi pada wilayah ini, khususnya pada sektor pendidikan dan kesehatan memang relative tinggi dibandingkan dengan wilayah lain namun apabila dibandingkan dengan komponen hazard-nya masih rendah. Perlu diketahui bahwa bencana kemeteorologian yang sering melanda wilayah Gorontalo adalah bencana banjir yang biasanya terjadi pada akhir tahun hingga awal tahun tiap tahunnya. Pada waktu mendatang pada daerah ini tentu memiliki potensi terjadinya bencana banjir. Adaptasi yang dapat dilakukan seperti konservasi wilayah danau Limboto yang merupakan wilayah penampung air utama di wilayah tersebut juga pembangunan sistem drainase yang baik karena unsur curah hujan yang relative besar dan yang tidak kalah penting perlindungan wilayah hutan di daerah hulu yang menjadi cathment area.

Referensi : Diolah dari berbagai sumber,


Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: